Tradisi Serta Budaya Nan Unik di Indonesia yang Sarat Makna

4 min read

Sebagai negara yang terdiri dari banyak kepulauan, membuat Indonesia kaya dengan ragam tradisi dan budaya. Tiap-tiap daerah memiliki tradisinya masing-masing yang menarik dan kental dengan kebudayaan. Meski zaman sudah berkembang, namun tradisi tiap-tiap daerah tersebut masih dijaga dan diturunkan ke generasi-generasi selanjutnya. Beberapa daerah pun memiliki tradisi-tradisi unik yang masih dilakukan hingga saat ini. Berikut tradisi unik di Indonesia yang wajib diketahui.

Adapun beberapa tradisi unik di Indonesia yang masih dilakukan turun menurun seperti berikut ini.

1. Tradisi Potong Jari, Papua

Menjadi salah satu provinsi yang dijadikan rumah oleh banyak suku, diperkirakan terdapat 466 suku bangsa yang menempati Papua. Suku-suku yang terkenal di Papua antara lain Suku Asmat, Suku Amungme, Suku Bauzi, dan Suku Dani.

Suku Dani adalah suku yang masih berpegang teguh dengan tradisi yang diturunkan dari Joker123 generasi ke generasi di bawahnya. Salah satu tradisi unik yang dilakukan oleh Suku Dani adalah tradisi potong jari. Meski terdengar menakutkan, namun ada makna di balik tradisi ini. Menurut Suku Dani, jari dianggap sebagai simbol harmoni, persatuan, dan kekuatan.

Tradisi potong jari ini dilakukan ketika ada keluarga yang meninggal. Ketika salah satu anggota keluarga mereka seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, atau adik meninggal dunia, maka mereka akan memotong salah satu jari mereka hingga putus.

Sebelum pemotongan jari dimulai, jari akan dililit dengan benang dan membaca matra. Kemudian jari mereka akan diikat dengan benang hingga terasa mati rasa. Setelahnya barulah proses pemotongan jari bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah dapat menggigit jari mereka hingga putus atau menggunakan kapak atau pisau. Setelah tradisi tersebut selesai, luka akan diikat dengan daun hingga sembuh. Biasanya proses penyembuhan sekitar satu bulan.

Jumlah jari yang dipotong tergantung dari siapa yang meninggal. Jika orang tua meninggal jari yang dipotong dua ruas dan jika yang meninggal sanak saudara hanya satu ruas jari yang akan dipotong.

2. Tradisi Kerik Gigi

Sebagai tanda menginjak usia dewasa, wanita di Pulau Siberiut, Sumatera Barat akan melakukan tradisi kerik gigi atau meruncingkan gigi. Tradisi kerik gigi ini dipercaya dapat membuat wanita lebih cantik dan menawan. Jumlah gigi yang dikerik dalam tradisi ini berjumlah 23 gigi dengan menggunakan alat terbuat dari besi atau kayu. Dalam proses meruncingkan gigi ini, mereka tidak dibius seperti halnya yang dilakukan di dokter gigi.

3. Tradisi Pemakaman Suku Minahasa, Sulawesi Utara

Ada yang berbeda dengan pemakaman Suku Minahasa di Sulawesi Utara. Jika biasanya jenazah akan dikebumikan dalam posisi tidur, namun Suku Minahasa akan mengubur orang yang telah meninggal dalam posisi seperti bayi dalam rahim. Posisi tersebut diyakini oleh masyarakat Minahasa jika manusia mengawali kehidupan dengan posisi tersebut dalam kandungan dan harus mengakhiri hidupnya dalam posisi yang sama.

Baca Juga : Wisata Tersembunyi Di Jambi Yang Jarang Diketahui

Jenazah akan dimasukkan ke dalam sebuah kotak batu berongga kemudian ditutup dengan batu berbentuk prisma segitiga. Makam yang dikenal sebagai Wagura ini memiliki fungsi awal sebagai makam dan medium ritual kepercayaan animisme atau dinamisme.

4. Ma’nene, Toraja Sulawesi Selatan

Ritual Ma’nene adalah ritual tradisional yang dilakukan di Tana Toraja Sulawesi Selatan. Dalam tradisi ini, jenazah leluhur keluarga Toraja akan dibersihkan, digantikan baju, dan kainnya. Tradisi unik yang dilakukan setiap tiga tahun sekali ini merupakan ritual yang cukup terkenal di kalangan wisatawan. Dalam prosesnya, jenazah akan diambil dari pemakaman kemudian dibersihkan dan diganti pakaiannya.

Jenazah tersebut akan dikenakan pakaian forma, yakni untuk jenazah laki-laki dipakaikan jas, dan jenazah wanita dikenakan gaun. Hal ini memiliki tujuan untuk mengingat betapa pentingnya mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal.

5. Ritual Tiwah, Kalimantan Tengah

Ritual Tiwah dilakukan oleh suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Tradisi ini adalah upacara kematian yang digelar untuk seseorang yang sudah meninggal dan dimasukkan ke dalam peti mati. Ritual Tiwah memiliki tujuan yakni meluruskan perjalanan salumpuk liau menuju lewu tatau dalam konsep kematian suku Dayak Ngaju.

Prosesi ini juga memiliki tujuan membuang sial setelah ditinggalkan keluarga yang meninggal dunia.  Mereka percaya jika kematian adalah gerbang menuju alam roh dan manusia akan menjadi arwah atau yang mereka sebut liaw setelah meninggal.  Ketika seseorang meninggal, mereka harus mengantarkan liaw agar yang meninggal bisa masuk surga.  Tiwah diberlakukan kepada orang atau anggota keluarga yang telah lama meninggal dan sudah lama dikubur sekitar tujuh hingga 10 tahun.

Sebab, dalam ritual ini dibutuhkan tulang belulang dari orang yang ingin dibuatkan ritual tersebut. Setelah tulang belulang dipisahkan dari daging jenazah, tulang tersebut akan diletakkan di dalam Sandung atau Pambak (tempat penyimpanan tulang manusia). Prosesi ritual ini terbilang cukup mahal dan cukup lama yakni memakan waktu tiga hari.

You May Also Like

More From Author