Sinopsis & Review Captain Marvel, Superhero Berkekuatan Kosmik

7 min read

Captain Marvel merupakan film ke-21 di dalamĀ sweet bonanza slot jagat Marvel Cinematic Universe (MCU). Film yang berada di fase ketiga MCU ini meraup pendapatan lebih berasal dari 1 miliar dollar di semua dunia. Aktris Brie Larson lantas membintangi film ini sebagai Carol Danvers dengan sebutan lain sosok Captain Marvel, dan juga Samuel L. Jackson yang lagi mengulangi perannya sebagai agen SHIELD, Nick Fury.

Selain mereka, tersedia deretan pemain ternama yang turut terlibat seperti Ben Mendelsohn yang memerankan pemimpin bangsa Skrull yang bernama Talos, dan juga Jude Law sebagai Yon-Rogg, komandan pasukan elit Starforce sekaligus mentornya Carol. Lalu, tersedia juga Annette Bening sebagai Dr. Wendy Lawson dengan sebutan lain Supreme Intelligence, seorang penguasa Kekaisaran Kree.

Captain Marvel lantas meraih tanggapan yang memadai baik, dan jadi film terlaris kelima selama tahun 2019. Di Rotten Tomatoes, film ini memiliki tinjauan yang tidak terlampau tidak baik bersama dengan rating 79% berdasarkan 544 ulasan, dan nilai 6.80/10. Selain itu, Captain Marvel akan meraih sekuel keduanya, The Marvels, yang rencananya tayang di tahun 2023 mendatang.

Di planet Kree, Komandan Starforce, Yon-Rog, sedang melatih tidak benar satu anggotanya yang bernama Vers supaya ia bisa mengontrol kemampuannya yang luar biasa. Selepas latihan, Vers lantas menemui seorang kecerdasan buatan penguasa Kree yang dikenal bersama dengan nama Supreme Intelligence. Dalam pertemuan itu, dia menasihati Vers supaya dirinya bisa lebih tenang, dan mengendalikan emosinya.

Awal Mula Cerita

Ketika Starforce menggerakkan sebuah misi, Vers secara tidak mengerti berada di dalam jebakan, dan ia pun berhasil ditangkap oleh komandan bangsa Skrull, Talos. Saat dia sedang diinterogasi oleh Talos, ingatan masa lantas Vers lantas terlihat kembali, dan tunjukkan sekilas asal usulnya di planet Bumi. Seketika itu juga, Vers bisa melarikan diri, dan pergi menuju bumi secepatnya.

Sesampainya di Bumi, penampilan eksentriknya menarik perhatian warga Kota Los Angeles, Amerika. Dua agen SHIELD, Nick Fury dan Phil Coulson, mencoba untuk menemui Vers, dan melakukan penyelidikan terhadapnya. Akan tetapi, investigasi keduanya terhalang dikarenakan pasukan Skrull mengubah penampilan jadi manusia untuk menyerang Vers.

Fury lantas beraksi kejar-kejaran untuk mengikuti Vers, namun ia juga dihadang oleh seorang Skrull yang menyamar jadi Coulson. Fury setelah itu bisa membunuh Skrull tersebut, dan juga menemui Vers, yang saat ini telah mengganti penampilannya bersama dengan berpakaian normal seperti orang-orang Bumi.

Atasannya Fury, Keller, lantas mengistruksikannya untuk mengawasi Vers, dan juga bekerjasama dengannya. Keduanya lantas pergi ke sebuah lokasi daerah pengembangan Project Pegasus di pangkalan Angkatan Udara Amerika serikat. Di sana, mereka pergi ke ruangan arsip untuk mencari Info tentang jatidiri Vers yang sebenarnya.

Tidak butuh kala yang lama, keduanya mendapatkan sebuah dokumen yang berisikan information diri Vers. Dokumen tersebut menuliskan kalau Vers adalah seorang pilot yang telah tewas terhadap tahun 1989 kala ia melakukan uji coba mesin berkecepatan sinar yang dirancang oleh Dr. Wendy Lawson.

Konflik

Sebuah tim militer secara tiba-tiba singgah ke lokasi mereka berada untuk menangkap keduanya. Fury kelanjutannya mengerti kalau Keller adalah Talos yang saat ini berubah wujuh menyamar sebagai atasannya itu. Fury dan juga Vers lantas berhasil melarikan diri gunakan sebuah pesawat jet sembari membawa kucing milik Lawson yang bernama Goose.

Keduanya lantas pergi ke kediaman Maria Rambeau, mantan pilot sekaligus teman baik berasal dari Vers. Maria pun mengutarakan bahwa Vers membawa nama asli sebagai Carol Danvers. Ketika ingatan Vers merasa sedikit demi sedikit lagi lagi, Talos tiba-tiba singgah ke lokasi tersebut.

Talos lantas mengatakan bahwa bangsa Skrull adalah korban kejahatan berasal dari kaum Kree, dan mereka kala ini sedang mencari tempat tinggal baru. Ia juga mengatakan bahwa Dr. Wendy Lawson sebenarnya adalah Mar-Vell, seorang ilmuwan Kree yang membangkang dikarenakan mengidamkan membantu bangsanya.

Selepas mendengar penjelasan itu, Carol kelanjutannya bisa meraih ingatannya kembali. Carol juga bisa mengingat bahwa Yon-Rogg ternyata membunuh Mar-Vell kala ia akan menghancurkan mesin berkecepatan sinar tersebut. Carol lantas menyerap radiasi berasal dari ledakan mesin itu, dan membuatnya memiliki kapabilitas kosmik seperti saat ini ini.

Banyak Adegan Action yang Menggemparkan

Captain Marvel sebenarnya bisa tampil menarik perhatian lewat sebuah urutan cerita yang penuh bersama dengan suguhan action superhero yang memukau. Namun terhadap menit-menit awal, film ini berlangsung sedikit {membosankan|menjemukan|bikin jadi bosan} bersama dengan sejumlah dialog yang terkesan kaku. Namun sehabis Carol Danvers beraksi di Bumi, ceritanya lebih meningkat, dan jauh lebih seru untuk dinikmati.

Dalam film solo pertamanya ini, Captain Marvel langsung tunjukkan kekuatannya secara fantastis. Lewat kapabilitas kosmik-nya, ia bisa terbang melintasi galaksi, dan menghancurkan pesawat area angkasa bersama dengan tangan kosong. Dia juga bisa menyerap sampai memanipulasi sejumlah kekuatan kosmik, juga mengeluarkan kekuatan foton berasal dari tangannya.

Dengan urutan aksi film yang cepat, dan CGI yang sempurna, semua pertarungan Captain Marvel kala menghadapi lawan-lawannya merasa memadai mempesona, dan memiliki kekuatan tarik yang seru. Dari faktor tersebut, film ini rasanya bisa memuaskan dahaga bagi para pengagum Marvel Cinematic Universe. Selama dua jam lamanya, film ini banyak sekali menyuguhkan pertempuran, penembakan, sampai ledakan yang destruktif.

Di Bumi, kita akan memandang perkelahian Carol kala berhadapan bersama dengan Skrull yang menyamar jadi seorang nenek di sebuah kereta. Selain itu, Nick Furry pun tak ketinggalan melakukan aksinya bersama dengan melakukan pengejaran terhadap Skrull juga. Di luar angkasa, pertarungan jauh lebih riuh, dan juga menggemparkan. Carol pun terhadap kelanjutannya bisa menguasai kemampuannya secara baik.

Lalu, para bangsa Skrull yang tetap selamat lantas mesti berperang melawan bangsa Kree, yang diwakili oleh pasukan elit Starfoce. Adegan tembak menembak, dan pesawat area angkasa yang saling bertempur mendominasi moment ini.

Performa Karakter yang Apik

Komandan pasukan elit Starforce, Yon-Rogg, yang diperankan oleh Jude Law, berhasil jadi seorang spesies Kree yang angkuh, dan juga lebih superior berasal dari bangsa Skrull, lebih-lebih manusia. Dia terancam oleh kehadiran Vers dengan sebutan lain Carol yang membawa kapabilitas kosmik yang luar biasa. Ia mencoba untuk memanipulasinya walau terhadap kelanjutannya rencananya itu gagal.

Dalam film ini, Yon-Rogg merupakan villain sebenarnya yang akan memicu perang galaksi pada Kree dan Skrull. Di segi lain, pemimpin sekaligus Jenderal berasal dari bangsa Skrull, Talos, tidak dilukiskan terlampau jahat. Skrull sendiri diceritakan adalah pengungsi yang sedang mencari tempat tinggal baru lewat bantuan berasal dari Mar-Vell, ilmuwan Kree yang membangkang untuk menyelamatkan mereka.

Talos, yang diperankan oleh Ben Mendelsohn, tampil memadai mengejutkan di dalam film Captain Marvel ini. Dalam cerita originalnya, ia adalah sosok villain yang berbahaya, dan bersama dengan pasukannya ia mengikuti bentuk para Avengers untuk menguasai Bumi sampai membunuh semua superhero di planet tersebut.

Baca Juga : Kerajinan Keramik: Pengertian dan Teknik Pembuatannya

Meskipun begitu, karakter ini terlihat bersama dengan suatu hal yang lebih segar, dan memadai humoris sebagai tidak benar satu sosok villain yang berbahaya di dunia komik Marvel. Sepanjang film ini, Mendelsohn tampil menawan lewat leluconnya yang jenaka, dan memicu Talos terlihat lebih ramah, tidak terlihat berbahaya mirip sekali. Sementara itu, performa dan chemistry pada Brie Larson (Carol Danvers), dan juga Samuel L. Jackson (Nick Fury) terlihat terlampau kuat. Fury belum jadi Direktur SHIELD, dan ia tetap jadi agen lapangan biasa.

Meskipun begitu, ia telah mengerti betul ancaman yang akan singgah berasal dari area angkasa, dan tidak terkejut dikala Carol singgah ke Bumi bersama dengan membawa kapabilitas luar biasanya. Larson sendiri tampil prima sebagai Carol, dan ia rasanya sesuai untuk memerankan karakter Captain Marvel. Awalnya, Carol memadai angkuh, keras kepala, dan lantas berakhir bersama dengan menyenangkan.

Selain itu, persahabatannya bersama dengan sosok Maria Rambeau (Lashana Lynch), memicu film ini memiliki moment emosional, dan tidak melulu menampilkan adegan pertarungan yang menakjubkan saja.

Brie Larson Pantas Memerankan Carol Danvers

Secara keseluruhan, Captain Marvel jadi tidak benar satu film superhero yang begitu seru, dan juga terlampau menggembirakan di dalam fase ketiga MCU. Brie Larson sebagai Carol Danvers lantas bisa memicu perannya itu memadai melekat terhadap dirinya. Tidak cuma di dalam film solonya ini, ia pun berhasil tampil baik jadi Captain Marvel dikala terlihat di Avengers: Endgame terhadap tahun 2019 lalu.

Meski banyak yang mencurigakan Larson, namun ia tunjukkan secara memadai mengesankan terhadap film superhero pertamanya ini. Captain Marvel sudah pasti memiliki masa depan yang cerah di semesta MCU ini. Lewat sekuelnya nanti, The Marvels (2023), dan juga di projek MCU selanjutnya, keterlibatan Carol rasanya akan lebih signifikan lagi seperti sosok Steve Rogers, dan lebih-lebih Tony Stark.

Pada akhirnya, Captain Marvel tetap selamanya tampil mempesona seperti sejumlah film MCU lainnya. Lewat visual sinematografi yang solid, dan impresif, film ini memiliki mutu meyakinkan. Jalan ceritanya sendiri sebenarnya padat, dan cepat, namun tidak mengurangi semua keseruannya. Lewat segala kesenangannya itu, Captain Marvel tetap selamanya seru untuk ditonton berkali-kali. Selamat memirsa kembali!

You May Also Like

More From Author